BI Tahan Suku Bunga 4,75 %

Sementara, pemulihan ekonomi dunia dinilai BI diperkirakan terus membaik seiring dengan perbaikan pertumbuhan Amerika Serikat (AS) dan negara berkembang, serta perbaikan harga komoditas.

Kondisi makroekonomi domestik juga dalam kondisi stabil yang didukung oleh terjaganya inflasi. Namun demikian, BI mengantisipasi penguatan kurs dolar seiring kenaikan suku bunga AS.

Ke depan, BI akan menjaga nilai tukar rupiah agar mencerminkan nilai fundamentalnya. Selain itu, BI juga akan terus konsisten dalam menjaga kestabilan perekonomian domestik.

BACA JUGA :  Telaga Kautsar: Kenikmatan di Akhirat dan Golongan yang Tidak Diperbolehkan Mendekatinya

Ekonom Mandiri Sekuritas Leo Rinaldy mengatakan kebijakan moneter BI sudah memasukkan faktor dua kali kenaikan suku bunga AS pada 2017.

Menurutnya, meskipun The Fed menaikkan suku bunganya lagi, selama spread real interest rate masih di atas level rata-rata, ia meyakini BI tidak perlu menaikkan suku bunganya.

BACA JUGA :  Beasiswa AGRTPS 2026 Resmi Dibuka, Mahasiswa Indonesia Berkesempatan Kuliah Riset di Australia dengan Pendanaan Penuh

“Volatilitas nilai tukar apapun akan dihadapi dengan intervensi valas pemerintah dan kami meyakini BI memiliki amunisi untuk melakukannya. Cadangan devisa valas BI berada pada posisi US$119 miliar pada Februari 2017, lebih tinggi daripada batas minimal US$90 miliar,” jelasnya.(Yuska Apitya)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================