
BOGOR TODAY – Revitalisasi tahap kedua Pasar Baru Bogor hampir rampung akhir bulan maret 2017 ini, hal tersebut di jelaskan Direktur Umum PDPPJ, Deni Harumantaka di Kantor Unit Pasar Baru Bogor usi melaksanakan kegiatan pengajian rutin bulanan di Mesjid Nurul Iman Pasar Baru Bogor.
Menurutnya, revitalisasi tahap kedua dalam waktu dekat akan selesai 100 persen. “Semoga dengan adanya revitalisasi ini pedagang dan pengunjung akan lebih nyaman berada di Pasar Baru Bogor,†kata Deni, , Jumat (24/3/2017).
Hal senada dikatakan Kepala Pasar Baru Bogor, Iwan Arif Budiman. Iwan bersyukur, karena jumlah hari yang diberikan untuk menyelesaikan dilaksanakan dengan baik. Revitalisasi ke dua ini lebih kepada fungsi seperti, uzurnya pintu, tidak layaknya kabel-kabel dan hancurnya keramik.
Dan belum banyak menyentuh pada estetika keindahan seperti tempat parkir, kanopi, dan pengecatan dinding luar. “Saya selalu berusaha menyeimbangkan seperti missal, pedagang yang dalam kegiatannya agak menghambat, saya upayakan ada solusi lalu kepada pelaksana kontruksi dan juga apabila ketika pelaksana kontruksi juga ada ketidaksempurnaan, kami (PDPPJ-red) support supaya gedung pasar yang menjadi harapan masyarakat Bogor ini bisa berfungsi dengan baik dan maksimal,†ujar Iwan.
PR PD Pasar Pakuan Jaya saat ini merawatnya seperti kebersihan serta asset lainnya, bahkan untuk hal rasa aman sudah ditutup dengan kualitas kabel panel yang baru, langkah berikutnya adalah pengamanan listrik, bukan hanya penghematan rupiah pemakaian, tetapi juga meminimalisir resiko kebakaran dan kebocoran serta keakuratan pemakaian listrik dari kios para pedagang. “Apabila ada Kekurangan atau kerusakan sedikit dalam fisik revitalisasi maka akan dirapihkan dalam masa pemeliharaan,†kata Iwan.
Menurutnya, dalam tiap pembangunan ada standar kelayakan gedung dari sisi keamanan kebakaran, kekuatan pondasi, sisi tata ventilasi, tata hijau, tata blok dan tata kelistrikan. Harus adanya rekomendasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), bukan hanya kepada api dan kebakaran tetapi juga terhadap akses yang memungkinkan menjadi alternatif perlindungan bagi pengunjung dan pedagang.
“Manakala ada hal – hal tertentu yang tidak diinginkan, misalnya jumlah tangga 50, kami harus menyiapkan pula kira – kira 4 diantaranya tangga untuk evakuasi baik pedagang maupun pengunjung pasar apabila ada hal buruk terjadi,†tutup Iwan. (Iman R Hakim)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















