
“Karena kalau kita berbicara tentang  sejarah, tentunya sangat menakutkan karena kejadian tentang peristiwa G30S/PKI yang telah menghancurkan nilai-nilai keutuhan NKRI, oleh karena itu dalam Tabligh Akbar Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini kami mengangkat tema dengan menangkal bahaya komunisme ini dengan harapan agar anak didik kita mengerti dan bisa mengambil hikmah dari kejadian-kejadian sejarah masa lalu. Dan untuk kedepannya marilah sama-sama kita bangun Bangsa ini dengan baik dengan kebersamaan khususnya didalam memperingati Isra Mi’raj,†pinta Dr. H. M Emnis Anwar, Lc.,MA selaku pimpinan Ponpes Mahasiswa Bina Tauhid Universitas Djuanda Bogor.
Selain itu Dr. Ir. Dede Kardaya., M.Si selaku Rektor Universitas Djuanda Bogor memiliki harapan akan semakin kuat dalam segi spiritual tepatnya pemahaman kegamaan dan termasuk kedalam Yayasan Pusat Studi dan Pengembangan Islam Amaliyah, yang juga UNIDA Bogor termasuk Unit didalamnya sudah mengklaim dan sudah bertekad mendeklarasikan sebagai Kampus Bertauhid.
“Jadi harapan kedepan ghirah dari Insan peguruan Amaliah, yayasan PSPIAI dan UNIDA Bogor akan menjadi semakin kuat dan semakin Inherent tauhid dalam sikap dan perilaku kesehariannya, sehingga dengan demikian serangan dari komunis dengan berbagai bentuknya dengan sendirinya akan musnah,†katanya.
Khoiruddin S.sos., M.Pdi berharap, usai acara tersebut, jemaah dapat mengimplementasikan nilai-nilai tauhid dalam sendi-sendi kehidupan umat Islam khususnya dan bagaimana mencerminkan tauhid itu bukan hanya dalam diri umat Islam sebagaimana mengenal dalam Islam tidak hanya bada iatilah ukhuwah islamiyah tapi juga terdapat ukhuwah bersyariah yaitu persaudaraan sesama manusia. “Sehingga kita dapat saling menghargai,†tutur Ketua Pelaksana Tabligh Akbar Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. (Iman R Hakim)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















