
Dalam kesempatan yang sama, Teguh Juwarno menegaskan bahwa program pengembangan KUMKM di Brebes tidak akan sia-sia. Pasalnya, masyarakat Brebes dikenal sebagai masyarakat egaliter, pekerja keras, dan pantang menyerah.
“Itu merupakan ciri khas seorang wirausaha sukses. Oleh karena itu, saya terus mendorong agar masyarakat di Dapil saya, Tegal dan Brebes, agar menjadi wirausaha karena peluang dan potensinya sangat besar. Salah satunya bisa mengakses pembiayaan dari KUR dengan beban bunga rendah sebesar 9%. Juga ada kemudahan bila akan melakukan ekspor produkâ€, kata Teguh.
Meski begitu, Teguh menyadari juga akan adanya dampak bagi UMKM atas tersambungnya Jakarta-Semarang melalui jalan tol. Sudah banyak UKM yang mengeluh menurunnya orang yang melintasi jalur Pantura. “Makanya, saya sudah meminta pemerintah pusat atau operator jalan tol agar membuka rest area khusus bagi UKM yang terkena dampak itu. Sehingga, para pedagang bawang, telor asin, restoran, kerajinan, dan sebagainya, masih bisa berdagangâ€, imbuh Teguh lagi.
Sementara itu, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti mengungkapkan bahwa sinergi dengan Kemenkop ini merupakan tindak lanjut dari pernyataan Presiden Jokowi di Tegal beberapa waktu lalu, untuk mengembangkan usaha produktif di daerah. “Sinergi program ini juga untuk lebih mendorong peluang usaha dan pemerataan ekonomi di masyarakat agar lebih sejahteraâ€, tegas Idza.
Apalagi, lanjut Bupati Brebes, pertumbuhan ekonomi di wilayahnya sebesar 5,97% atau di atas rata-rata nasional dan provinsi. “Kita memiliki potensi ekonomi di sektor pertanian, perikanan, kelautan, dan industri rumahan, yang tersebar di 17 kecamatanâ€, jelas Idza lagi.
Sedangkan Yuana Sutyowati menyatakan, tujuan dari forum koordinasi ini adalah untuk meningkatkan koordinasi antar berbagai kalangan baik pemerintah maupun masyarakat (Pemerintah Daerah, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, PT. Bank BRI, KPPU, PT Tanihub Indonesia, PT Transmart Indonesia, serta pihak lainnya). “Juga untuk memfasilitasi KUMKM untuk dapat memudahkan akses permodalan, sumber daya manusia, manajeman, penguasaan teknologi informasi, legalitas, pendampingan dan pemasaran produkâ€, kata Yuana.
Yuana menambahkan, mengapa memilih Brebes, karena wilayah kabupaten ini memiliki sumber daya penghasil khususnya di bidang agrobisnis. “Antara lain, seperti UKM Bawang Merah yang telah mendapatkan penghargaan dari berbagai kalangan pembisnis maupun dunia usahaâ€, pungkas Yuana.(Yuska Apitya)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















