
Sebagai informasi, sepanjang tiga bulan pertama tahun ini Ramayana membukukan penurunan penjualan menjadi Rp1,482 triliun turun 0,2 persen dari Rp1,485 triliun di kuartal I tahun lalu. “Penjualan tersebut tercapai karena kondisi politik di negeri kita ini masih belum stabil untuk tiga bulan awal, dan kebanyakan daya beli masyarakat masih melemah,” ujarnya.
Penurunan penjualan tersebut salah satunya juga disumbang akibat perseroan menutup satu toko di kawasan Blok M Jakarta Selatan yang selama ini berkontribusi terhadap penjualan sebesar Rp4 miliar per bulan. Namun di bulan April, Ramayana mulai menorehkan kinerja yang positif. Untuk produk fesyen, Ramayana mencatat ada kenaikan penjualan sebesar 17,1 persen dibandingkan bulan Maret. Sementara untun bisnis konsinyasi dan supermarket masing-masing tercatat tumbuh 10 persen dan 1,4 persen.
Guna mengerek penjualan selama Lebaran, perseroan pun telah membuka dua gerai toko baru di kawasan Pondok Aren dan Kota Harapan Indah Bekasi. Ramayana juga tengah merampungkan dua unit toko baru di Cikupa dan Jatinegara Jakarta Timur yang ditargetkan rampung sebelum Idul Fitri.
“Jadi ada empat toko baru yang kami buka sebelum Lebaran. Dua sudah terealisasi, dan dua lagi akan dilakukan bulan ini,” ujarnya. (Yuska Apitya)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















