
Sedangkan untuk EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi), turun 41,8 persen dari Rp1,3 trilun menjadi Rp775 triliun pada triwulan pertama 2017, yang merefleksikan penurunan marjin menjadi 23,0 persen. Dari kondisi tersebut, katanya, total penghasilan komprehensif periode berjalan turun 48,5 persen dari Rp955,2 miliar menjadi Rp491,6 miliar.
Meski demikian, menurut Pigo, dengan posisi Keuangan yang sehat –yang didukung oleh posisi kas yang kuat sebesar Rp9,3 triliun- perseroan berada dalam situasi keuangan yang baik, untuk melanjutkan ekspansi kapasitas semen serta mengembangkan bisnis usaha lain guna berpartisipasi dalam prospek pertumbuhan yang menjanjikan di Indonesia.
Ia juga menjelaskan dalam RUPTS telah memutuskan antara lain membagikan dividen sebesar Rp929 per saham, atau seluruhnya sejumlah Rp3,420 miliar, ekuivalen dengan rasio pembayaran dividen sekitar 88,4 persen dari laba bersih perseroan tahun buku 2016.
Pigo Pramusakti menambahkan total konsumsi semen domestik Indonesia naik 0,5 persen dibandingkan tahun lalu.
Volume perseroan penjualan domestik tumbuh sejalan dengan industri yaitu 0,7 persen dan pangsa pasar menurun menjadi 25,6 persen di kuartal pertama 2017 dibandingkan dengan kuartal pertama 2016 yaitu 26,9 persen.
“Terutama karena persaingan yang ketat baik dengan pemain lama maupun pemain baru,” pungkasnya.(Yuska Apitya)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















