Kita sering mendengar keluhan tetangga sebelah, saudara dekat, bahkan teman sepekerjaan. Mereka mengeluh karena mengapa dirinya tak sama dengan yang lain, nasib keluarganya tak seberuntung orang lain, pekerjaannya tak sebagus orang lain, pendidikannya tak selancar orang lain, karirnya tak semulus orang lain dan semacamnya.

Baca Juga :  Kembali Mengguncang, Cianjur Gempa Susulan M 4,1

Suatu hari, ada seorang perempuan muda cantik mengeluh mengapa nasib sial selalu menimpa dirinya, mengapa musibah selalu membuntutinya, mengapa ujian tak pernah menjauh darinya dan mengapa mengapa lainnya yang berupa keluhan atas ketidaknyamanan hidup. Diapun menilai bahwa kehidupan ini sangat tidak adil, Allah tidak adil, dan takdir memang kejam.