
Ia menjelaskan, salah satu gerakan Gerindra masa depan adalah bagaimana menyentuh beberapa titik di masyarakat yang ada dilapis bawah yang tentunya tidak tersentuh oleh anggaran pemerintah. Maka itu, sebagai kader Gerindra sangat apresiasi apa yang dilakukan Prabowo. “Ini langsung diberikan oleh beliau, makanya kita bisa lihat langsung teman-teman dari Hambalang mengerjakan pembangunan Posyandu dan Pos Keamanan,†jelasnya.
Disinggung soal pencalonannya di Pilwakot 2018 dan apa yang harus dilakukan, Harry mengatakan, jika terpilih dirinya akan terus terjun langsung ke masyarakat dan mendengarkan apa yang diinginkan oleh warga. Karena, menurutnya pemimpin itu harus bisa melayani warganya dengan baik.
“Seorang pemimpin tidak boleh merasa dirinya pejabat, tapi harus bisa melayani warganya dengan baik. Pada dasarnya pemimpin itu pelayan masyarakat. Jika saya terpilih nanti, saya tetap seperti sekarang ini yaitu turun langsung ke masyarakat. Apalagi kalau sudah terpilih, tentu didalamnya ada anggaran untuk pembangunan, dan anggaran tersebut harus tepat sasaran, seperti pembangunan RTLH, turap, serta kesejahteraan para pelaku UMKM yang ada di Kota Bogor,â€.
Kedepan jelas gaya kepempinan melayani dan moal basa basi akan menjadi spirit leadership (red:kepemimpinan) jika warga kota hujan memberikan amanahnya kepada saya.
Jika saya dalam sosilisasi berupaya menjalani aktivitas warga termasuk ketika menbantu mencuci dandang nenek Diba di Sungai Cisadane hal itu saya lakukan semata-mata agar ketika menentukan kebijakan kepemimpinan kami ke depan kami punya hati rakyat dan merasakan apa yang di rasaka. rakyat di bawah. Terlebih rakyat kecil yang masih perlu banyak pemberdayaan agar mereka mampu bangkit dan mandiri, dan bisa menghasilkan kebijakan publik yang pro rakyat” pungkasnya.(Yuska Apitya)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















