Perkara makan, seks dan tempat tinggal itu bukan monopoli kebutuhan manusia. Tetapi binatang juga memiliki kebutuhan dasar tiga hal tersebut. Tetapi kesamaan tiga kebutuhan dasar antara manusia dengan binatang itu, membuat dua mahluk Tuhan beda spesies itu mustahil bersekutu untuk meraih kebahagiaan puncak.

Baca Juga :  Seorang Pria Tewas Kena Tusuk saat Perkelahian Maut di Binjai, Lawannya Juga Terkapar

Kalau antara manusia dan binatang bisa bersekutu untuk meraih kebahagiaan puncak, maka binatang pun akan menggapai bahagia puncak. Yang tidak dimiliki binatang adalah akal dan hati yang beriman. Inilah penentu puncak bahagia.

Benarkah seperti itu? Kalau bahagia itu ditentukan oleh banyak sedikitnya makan, maka gajah adalah mahluk yang paling bahagia. Kalau kuatnya seksual itu sebagai penentu, maka kuda dan kambinglah mahluk paling bahagia. Lalu dimana posisi manusia?