Perkara makan, seks dan tempat tinggal itu bukan monopoli kebutuhan manusia. Tetapi binatang juga memiliki kebutuhan dasar tiga hal tersebut. Tetapi kesamaan tiga kebutuhan dasar antara manusia dengan binatang itu, membuat dua mahluk Tuhan beda spesies itu mustahil bersekutu untuk meraih kebahagiaan puncak.

Kalau antara manusia dan binatang bisa bersekutu untuk meraih kebahagiaan puncak, maka binatang pun akan menggapai bahagia puncak. Yang tidak dimiliki binatang adalah akal dan hati yang beriman. Inilah penentu puncak bahagia.

Baca Juga :  BMKG : Waspada Gelombang Tinggi di Pesisir Pantai Pandeglang 17 Hingga 19 Mei 2022

Benarkah seperti itu? Kalau bahagia itu ditentukan oleh banyak sedikitnya makan, maka gajah adalah mahluk yang paling bahagia. Kalau kuatnya seksual itu sebagai penentu, maka kuda dan kambinglah mahluk paling bahagia. Lalu dimana posisi manusia?

Baca Juga :  KORMI Kota Bogor Raih 9 Juara di 5 Inorga pada Pembukaan FORPROV ke 4 Tahun 2022

Secara kodrati, hidup ini terus berproses hingga menua. Semakin tua manusia akan semakin melemah, wajahpun akan berubah tak sesegar saat muda. Makanpun mulai berkurang, dan tidurpun seringkali terganggu. Masihkah akan mengandalkan sek, makan, dan tempat tinggal sebagai factor penentu kebahagiaan?