
Meski Pilkada Jakarta merupakan pemilihan kepala daerah, kata Burhanuddin, namun kontestasi politik itu memberi efek hingga di tingkat nasional.
“Anies dan AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) termasuk Ahok, ketiga nama ini sudah menikmati publikasi secara gratis dari teman-teman (wartawan) saat Pilkada Jakarta,” kata Buhanuddin.
Begitu pula dengan Gatot. Peningkatan elektabilitas Gatot yang pesat tidak lepas dari manuvernya dua pekan terakhir.
Burhanuddin menjelaskan, meski pandangan masyarakat ada yang menilai positif dan negatif dari manuver Gatot, namun mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu tetap diuntungkan karena semakin dikenal oleh khalayak luas.
“Orang enggak akan memilih kalau enggak dikenal. Kalau tingkat kedikenalannya naik, kemungkinan elektabilitasnya naik,” ujar Burhanuddin.
Indikator Politik Indonesia melakukan survei untuk mencari pendamping Jokowi di Pilpres 2019 karena mantan Wali Kota Solo itu memiliki elektabilitas tertinggi sejauh ini.
Berdasarkan survei berskala 0-50, Jokowi menjadi figur yang meraih angka terbanyak jika pilpres dilakukan hari ini. Jokowi mendapat angka 34,2 disusul Ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan angka 11,5.
“Jokowi sementara ini unggul dibanding Prabowo. meski dukungan ke Jokowi cenderung menguat, penambahan dukungan tersebut tidak meningkat dengan ekstrem,” tute Burhanuddin. (Yuska Apitya)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















