Harga Minyak Mentah Dunia Stagnan

Sementara sentimen dari Kurdistan telah terjadi dalam sebulan terakhir, lantaran referendum kemerdekaan Kurdi yang ingin lepas bagian dari pemerintahan Irak.

Kabar terakhir, pemerintah Irak merebut kembali wilayah utara dari pasukan Kurdi, yang memiliki jaringan ladang minyak. Sayang, pelaku pasar masih khawatir bahwa pasokan minyak mentah dari ladang Kirkuk akan menurun. Meski, pejabat setempat menyatakan operasi tetap normal.

BACA JUGA :  Ancaman Sunyi Gagal Ginjal di Usia Muda: Mengapa Cek Urine Setahun Sekali Itu Wajib?

Di sisi lain, pergerakan harga minyak juga diwarnai sentimen ketegangan antara AS dengan Iran yang kembali meningkat. Alasannya, Presiden AS Donald Trump menolak mengesahkan peraturan Iran atas kesepakatan nuklir. Hal ini membuat kongres AS memutus tindakan lebih lanjut terhadap Teheran.

Sementara, sanksi Iran pada putaran sebelumnya ialah pemotongan sumbangan produksi sekitar 1 juta barel per hari (bph) ke pasar global.

BACA JUGA :  Korea Selatan Beri Diskon Tiket Bus untuk Turis Asing, Dorong Wisata ke Luar Seoul

Terakhir, pasar turut mempertimbangkan pembatasan produksi minyak dari Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) dan Rusia. Analis melihat, kepatuhan OPEC dan Rusia untuk memenuhi komitmen ini mencapai 86 persen. (Yuska Apitya/reu)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================