Edgar Prioritaskan Penataan Kawasan Padat Penduduk

Pria yang juga menjabat sebagai Mustsyaar NU itu menyatakan,  apabila  lahan fasos fasum tidak ada, maka pemerintah harus membebaskan lahan agar terjadi penataan. Misalnya, keberadaan posyandu di kawasan pemukiman yang berada dipinggiran sungai, tentunya sangat berbahaya. “Apakah harus dipaksakan ada posyandu, saya lebih setuju seperti yang dilakukan di Kebon Kopi. Ketika masih menjabat di Pemkot lahan yang dipinggiran sungai dibikin taman tapi dibangunkan posyandu lagi ditempat yang aman,” jelasnya.

BACA JUGA :  Karier Tak Kunjung Naik? Bisa Jadi 7 Kebiasaan Ini Diam-Diam Menghambat Kesuksesan Anda

Selain itu, sambhng Edgar, untuk daerah pemukiman yang rawan terjadi bencana longsor tidak bisa dibangun begitu saja. “Jadi memang harus ada penataan baik secara RDTR dan RTRW, izin perumahan juga harus bertanggung jaban untuk turut menata lingkungan sekitar,” tambahnya.

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Dampingi Prabowo dan Dedi Mulyadi, Sejumlah Ruas Jalan Strategis Kabupaten Bogor Diresmikan

Menurutnya, kebijakan tersebut bukan untuk melarang investor menanamkan modalnya, tetapi harus mengedepankan sisi lingkungan. Edgar berjanji akan meningkatkan fasilitas sarana dan prasaran olahraga. (Iman R Hakim)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================