Fenomena Sains atau Agama ?

Dari ke tiga ungkapan di atas memang terlihat perbedaan yaitu fenomena alam (sains), ujian (agama), dan azab (agama). Seseorang dapat menggunakan salah satu dari ketiga itu sesuai kebutuhannya masing-masing. Namun yang perlu diketahui bahwa dari ketinganya memiliki kesamaan dalam satu sudut pandang yang lebih tinggi (dalam rangka taqorrub (mendekat) kepada Tuhan. Dalam ungkapan (1). Menunjukan bahwa setiap fenomena alam yang terjadi itu ada potensi dapat dipelajari dan difahami melalui ilmu pengetahuan. Oleh karena itu tidak ada lagi sebuah fenomena yang dianggap misterius atau bahkan disucikan. Pandangan ini memberikan kesimpulan sederhana tantang keesaan Tuhan dan meminimalisir segala bentuk persekutuan terhadap Tuhan, yaitu bahwa alam ini bukan Tuhan, karena dapat dipelajari atau difahami. (2). Menunjukan bahwa sebaik-baiknya manusia memiliki potensi untuk berbuat kesalahan, hal itu disebabkan karena manusia memiliki kemauan tak terbatas (hawa nafsu). Bencana yang diberikan kepada seseorang yang senantiasa beribadah kepada Tuhannya adalah dalam rangka meningkatkan kualitas dirinya dalam mendekatkan diri Tuhannya. (3). Menunjukan bahwa Tuhan memperlihat kasih sayangnya kepada manusia yang senantiasa berbuat kerusakan (maksiat) di muka bumi ini dengan cara menegurnya melalui peristiwa bencana alam.

BACA JUGA :  Kehamilan di Usia 40-an: Tidak Selalu Aman Jika Disertai Penyakit Berat

Namun apalah daya fenomena itu sudah terjadi dan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan alam maupun sosial seperti rusaknya rumah yang dijadikan tempat berlindung seseorang dari panasnya matahari maupun dinginnya hujan, hilangnya harta benda sebagai penunjang manusia dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari, bahkan mematikan memperekonomian dibidang pariwisata pantai untuk semntara waktu. Akan tetapi sebuah penyelesaian harus tetap dilakukan baik oleh pemerintah yang diamanahkan sebagai fasilitator kesejahteraan masyarakat maupun masyarakat setanah air yang senasib sepenanggungan pada umumnya apapun bentuk dan motifnya.   

BACA JUGA :  Harga Honda CRF250 Series Naik, CRF250 Rally Kini Hampir Tembus Rp 100 Juta

Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa dibalik setiap peristwa yang terjadi itu pasti memiliki sebab hingga pada sebab terakhir (causa prima) yaitu sang maha kuasa. Juga dapat diketahui bahwa antara ilmu pengetahuan memliki perbedaan dalam suatu sisi, sekaligus memiliki titik temu (kesamaan) di sisi lainnya. Apapun warna interpretasinya, seseorang yang bijaksana dengan sikap terbuka akan selalu mengambil hikmah dan pelajaran dari setiap peristiwa yang terjadi sehingga dapat meminimalisir perkelahian dalam perbedaan pendapat. Dan semoga kita termasuk ke dalam orang-orang yang selalu mengambil pelajaran dalam setiap peristiwa yang terjadi dalam ranka taqarrub (mendekat) kepada sang maha Kuasa. (*)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================