Pulau Misterius Muncul di Samudra Pasifik

“Pulau ini juga pulau pertama yang sanggup bertahan sejak armada satelit mulai mengamati permukaan Bumi,” Slayback menjabarkan.

Namun demikian, ketika para ilmuwan menginjakkan kaki di pulau baru, ekspektasi mereka tidak sesuai yang dibayangkan seperti pandangan satelit. Perubahan ketinggian lebih dramatis daripada yang diperkirakan para peneliti, misalnya.

Data yang dikumpulkan tim di darat akan membantu para ilmuwan mengasah model yang mereka gunakan untuk mengubah gambar satelit ke ketinggian, menurut NASA.

Slayback juga mengumpulkan sampel batuan dengan izin dari perwakilan Tonga. Para peneliti mengatakan, ia berharap bahwa data yang dikoleksi selama ia melakukan perjalanan di pulau ‘bayi’ tersebut akan membantu para ilmuwan lain dalam memahami jangka yang dibutuhkan pulau itu bisa bertahan.

BACA JUGA :  Tipu 14 Anak Buah hingga Rp1,3 Miliar, Oknum Pejabat Satpol PP Kota Bogor Resmi Dipecat!

Ilmuwan NASA secara khusus tertarik pada pulau kecil itu, karena pulau tersebut terlihat seperti Mars kuno, ketika planet ini akan menampakkan wujudnya yang kemerahan di langit malam sebelum samudra-samudranya menguap dan gunung-gunung berapinya mati.

BACA JUGA :  Ibu Menyusui Boleh Minum Kopi? Simak Penjelasan dan Batas Aman Konsumsi Kafein

Itu adalah perbandingan yang sangat menarik, berdasarkan sebuah misteri yang ditemukan ilmuwan NASA Dan Slayback ketika dia tiba di pulau itu. Gumpalan material berwarna pucat yang keluar dari kerucut gunung berapi, ternyata menjadi lumpur lengket, bukan abu vulkanik.

“Namun saya masih sedikit bingung dari mana asal kemunculannya,” pungkas Slayback kepada NASA, mengindikasikan perlunya lebih banyak penelitian lagi untuk mengenal pulau baru itu. (Net)

 

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================