Warga Sentul City Ingin Kepastian Pasokan Air Lancar

“Yang penting adalah semangat bersama bahwa tidak boleh ada satu detik pun keterlambatan pasokan air. Kita nanti bentuk tim kecil untuk mengawal hal ini bersama,” ucap Politisi PPP itu.

Terpisah, Jubir PT Sentul City Alfian Mujani mengatakan, putusan MA tersebut tidak serta merta bisa dilakukan karena banyak teknis yang mesti diselesaikan terlebih dahulu.

“Mulai dari Sumber Daya Alamnya dan kesiapan administrasinya. Karena tidak mungkin bisa dieksekusi secepatnya. Dan tidak bisa dilaksanakan dalam satu, dua bulan,” kata Alfian.

Selain itu, dia juga mengaku ada beberapa kendala yang dibahas dan dihadapi yang menjadi pertimbangan baik pemerintah daerah maupun PT.Sentul City. “Pertama masalah teknisnya, lalu kesiapan PDAM nya. Pelanggan di Sentul juga banyak sekitar 6.300 KK, ini perlu penanganan khusus. Ini gak sederhana, termasuk pipa sepanjang 5,7 kilometer diluar site plan. Ini masih didiskusikan,” ungkap Alfian.

BACA JUGA :  Penataan Alun-alun Empang Terealisasi Usai Penetapan Nazhir Baru

Untuk persoalan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU), kabarnya PT.Sentul City sudah menyerahkan kewajibannya kepada pemerintah daerah sesuai dengan site plan sekitar 10 kilometer. Sedang untuk pipa sepanjang 5,7 kilometer, Alfian meminta ada appraisal yang diberikan kepada PT.Sentul City.

“Sebagai perusahaan kita minta itu diappraisal, dinilai. Apakah itu nanti mau kita hibahkan atau dikerjasamakan. Gak sederhana, ada kajiannya,” tutur Alfian.

Sementara, Ketua PWSC Erwin Lebe menegaskan bahwa warga tidak ingin terlibat polemik pengelolaan SPAM ini. Dia hanya meminta hak nya sebagai warga yang telah patuh dalam pembayaran air minum yang dikelola PT.Sentul City.

BACA JUGA :  Saksikan Derby Bogor, Dedie Rachim Sebut Pertandingan Jadi Momentum Eratkan Silaturahmi

“Kami hormati putusan MA, tapi kami mohon kepada PDAM dan stakeholder termasuk PT.Sentul City untuk menjamin hak kami. Dan dari meyakinkan kami bahwa aliran air akan berjalan lancar dan tidak boleh berhenti satu detik pun. Kami minta komitmennya,” tegas Erwin.

Jikapun harus diambil alih oleh PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, Erwin mengatakan masyarakat akan tetap mengadu kepada PT.Sentul City.

“Sebab kita kontraknya dengan PT.Sentul City bukan pemerintah. Jika nanti pengelolaan dialihkan ke PDAM, dan ada masalah, kami tetap akan mengadu ke PT.Sentul City,” tandasnya. (Iman R Hakim)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================