
Penggunaan MTB ini diklaim merupakan yang pertama yang diterapkan di Indonesia. Melalui teknologi ini, diharapkan umur TPPAS Nambo bisa lama, juga bisa menampung sampah lebih banyak lagi sekitar 1.500 hingga 1.800 ton sampah setiap harinya.
“Kapasitas tampung di Nambo sekitar 1.500 ton sampah setiap harinya. Ini tentu akan sangat menbantu, dimana rata-rata sampah yang ada di Kabupaten Bogor itu bisa mencapai 1.200 ton sampah bahkan lebih dari itu yang dibuang ke TPAS Galuga,” ungkap Panjdi.
Dengan adanya Nambo, Pandji berhadap sampah yang ada di Kabupaten Bogor bisa terbagi dua. Melalui zonasi sampah, dia mengatakan wilayah timur bahkan Cibinong Raya akan dialihkan ke TPPAS Nambo. Sedangkan sisanya tetap di TPAS Galuga.
“Nambo juga dapat mengurangi beban kekurangan armada. Saat ini ada 182 truk pengangkut, nanti bisa dua rit berjalannya. Yang wilayah timur atau Cibinong raya bahkan sebagaian wilayah Ciawi bisa ke Nambo,” jelasnya. (Asep B)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















