Proyek di PUPR Minim Peminat, Dipastikan Silpa Tahun Ini Besar

Budi CW mengungkapkan, dari jumlah tersebut, pihaknya baru 35 kegiatan pengadaan barang, 34 kegiatan jasa konsultasi, 12 paket pekerjaan konstruksi dan 45 kegiatan jasa lainnya. Hingga 3 Mei, baru ada 46 paket yang sudah selesai proses tendernya, sedangkan 49 paket sedang proses berjalan dan 30 paket memasuki masa persiapan lelang.

“Secara total dari yang terserap baru Rp54,2 miliar dengan efisiensi 10,3 persen atau setara Rp5 M-an. Ada satu yang gagal, tapi dapat berlanjut,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Wabup Jaro Ade Apresiasi Bogor Hujan Trail Dorong Sport Tourism dan Penguatan UMKM

Budi CW pun meminta SKPD untuk lebih cepat melaksanakan pengajuan proyek pekerjaannya untuk dilelangkan.

Ia mengaku khawatir paket pekerjaan akan menumpuk di akhir tahun yang tidak menutup kemungkinan tingginya Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) negatif ditahun 2019 ini.

“Saya sangat berharap skpd mempercepat pemasukkan dokumennya untuk dilelangkan. Ini berbahaya, selain bisa mengganggu juga bisa menyebabkan tingginya Silpa di akhir tahun nanti,” kata Budi.

BACA JUGA :  Hari Lahir Pancasila, Ketua DPRD Bogor Ajak Warga Jaga Persatuan

Selain daripada itu, dia mengaku kendala juga akan dihadapi oleh pihaknya. Lambatnya pengajuan lelang dari SKPD, akan membuat keteteran ULPBJ untuk melakukan kroscek berkas lelang yang dikerjakan terlebih jumlahnya yang tidak sedikit.

“Belum lagi nanti ditambah masalah gagal lelang. Lalu berkas atau dokumen yang kurang dalam persyaratan yang diharuskan. Kami berharap skpd mempercepat proses pelelangan,” tandasnya. (Firdaus)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================