Bisnis Tanpa Modal, Pemuda Desa Jabon Mekar Sukses Jadi Pengusaha

Tujuannya, lanjut dia, untuk mengetahui apakah produk tersebut tahan lama atau tidak. Juga untuk mengetahui batas maksimal masa konsumsi hingga berapa hari.

“Saya terus berdoa.Belakangan Shalat supaya di mudahkan mendapati produk yang baik mampu bertahan sampai 1 bulan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, setelah melalui uji coba hingga beberapa kali  tersebut, barulah purwanto berani memasarkan produknya. Mulai dari warung – warung di desanya sampai dengan sekolah-sekolah. Pemasarannya menggunakan sistem konsinyasi atau titip jual .

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Bergerak Bersihkan Kali Angke I, Ratusan Meter Sempadan Sungai Mulai Ditertibkan

“Jadi saya optimis waktu itu, sekolah-sekolah adalah target utama. Karena anak sekolah itu kan juga memiliki uang saku. Saya bandrol dengan harga jual Rp 5000

per kemasan. Sedangkan sekolah yang saya bidik adalah sekolah saya jaman Smp. Dan Alhamdulillah sesuai dengan target,” tutur alumnus SMP yayasan nurul iman.

Tak puas disitu, purwanto mulai memperluas pangsa pasarnya.Sebab jika hanya mengandalkan kemasan kecil dan segmen pelajar, bukan tidak mungkin jika suatu saat pasar lesu, usahanya pun akan merugi.

BACA JUGA :  Libur Sekolah Hampir Usai, Simak Jadwal Masuk Sekolah dan Tips Persiapan Tahun Ajaran Baru 2026/2027

“Biasanya kalau segmennya hanya pelajar,  saat momentum pelaksanaan ujian, libur sekolah, dan bulan Ramadhan pasar akan sepi. Mulailah saya dan suami mengemas usaha goreng usus dengan kemasan  100 gram sampai  satu kilogram. Beruntung langkah ini bisa diterima oleh pasar. Sampai menembus pasar di wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor bahkan ke Tanggerang Selatan,” pungkasnya. (Iman R Hakim)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================