
“Itu kan nggak semudah yang kita buat hari ini. Dengan ditertibkan mudah-mudahan keselamatan berlalu lintas lebih baik,” ujarnya.
Dia menekankan, upaya penegakan hukum terhadap pelanggaran apa pun yang dilakukan oleh masyarakat dalam operasi ini harus humanis. “Salah satu cotohnya, memberhentikan kendaraan tak perlu merengut, pakai senyum karena polisinya juga kan pakai baju lalu lintas. Kalau dialog, masyarakatnya marah, jangan ikutan marah, katakan dan sampaikan saja, ‘Pak, ini tugas pokoknya, kami tilang Bapak (karena melanggar)’. Di antaranya seperti itu. Polisi bisa humanis kok,” tutur Rudy.
Sasaran Operasi Patuh Lodaya 2019, ungkap Kapolda, diprioritaskan terhadap delapan pelanggaran lalu lintas yakni pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm standar, pengemudi mobil yang tidak mengenakan safety belt, pengemudi mobil yang melebihi batas maksimal kecepatan, pengendara kendaraan bermotor (ranmor) yang melawan arus, mabuk saat mengemudikan ranmor, pengendara ranmor yang masih di bawah umur, menggunakan handphone saat mengemudikan ranmor, serta ranmor yang menggunakan lampu strobo, rotator, dan sirene.
“Pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2019 ini diharapkan dapat mendorong tercapainya tujuan situasi lalu lintas aman, tertib, dan lancar terutama di lokasi rawan kecelakaan, pelanggaran, dan rawan kemacetan lalu lintas. Yang lebih penting, meningkatnya ketertiban, kepatuhan, dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas,” ujarnya. (Net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















