
Dengan potensi investasi terlengkap, yakni terdiri dari investasi primer yang meliputi tambang, persawahan dan peternakan, lalu ada investasi sekunder yaitu dari sektor industri serta investasi tersier yang terdiri dari hotel, wisata, kuliner dan sebagainya, Judi pun tak menyangka angka investasi mengalami pergeseran tren investasi sehingga menurun.
“Memang ada perubahaan tren investasi yang terjadi ya, sehingga nilai investasi yang masuk itu berubah. Karena jika dibandingkan nilai investasi sebuah pabrik dengan hotel itu kan sudah berbeda,†ungkap dia.
Namun, Judi menyebut pergeseran tersebut menjadi wajar, karena Pemkab Bogor saat ini tengah mengusung program The City of Sport and Tourism.
Selain trend investasi yang menurun, sebaran investasi yang ada di Kabupaten Bogor juga belum merata. Dengan luas wilayah sampai 40 Kecamatan, menurut Judi, investasi yang masuk ke Kabupaten Bogor masih berpusat di Cibinong, Gunung Putri dan Cileungsi.
“Jangan bandingkan kita dengan Kota Bogor, karena kan kalau di kota itu hanya enam Kecamatan sehingga pergerakannya sangat cepat,†tandas Judi. (Firdaus)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















