
Indonesia sangat rawan gempa sehingga bangunan dan rumah yang menggunakan asbes dapat dengan mudah menjadi puing-puing. (ABC News: Phil Hemingway)
Sementara itu Sriyono mengaku, dia tidak tahu sampai kapan bisa bertahan akibat penyakit kankernya.
Tapi dia tahu pasti penyakit ini akan menyebabkan kematiannya.
Bertolak belakang dengan klaim CIC, paru-paru Sriyono tidak bisa lagi melarutkan serat chrysotile di tubuhnya.
“Dokter menyampaikan bahwa saya memiliki jenis kanker yang semakin memburuk dari waktu ke waktu,” kata Sriyono.
“Tahun lalu saya melakukan pemeriksaan kesehatan dan hasil CT scan menunjukkan ada peningkatan aktivitas di paru-paruku,” ujarnya.
Diperkirakan puluhan ribu orang Indonesia akan terserang penyakit yang berhubungan dengan asbes.
Tapi berbeda dengan Sriyono, mungkin kebanyakan di antaranya tak pernah tahu penyakit mereka itu disebabkan oleh asbes. (Amanda/PKL/net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














