Akibat Serangan Cairan Kimia, 54 Murid TK di China Luka-luka

Pihak sekolah melaporkan sebagian besar korban tidak mengalami luka yang berpotensi membahayakan keselamatan. Selain dua orang mengalami luka bakar serius, empat korban dilaporkan menderita luka bakar sedang, dan sisanya cedera ringan. Kepolisian setempat kemudian menahan Kong dalam waktu kurang dari satu jam setelah kejadian. Ketika diinvestigasi, pelaku mengaku ada berbagai faktor yang melatarbelakangi tindakannya.

“Karena kedua orangtuanya bercerai saat ia masih anak-anak, kurangnya kasih sayang keluarga berdampak pada distorsi psikologis ditambah dengan pekerjaan serta kehidupannya yang tidak memuaskan memunculkan adanya mentalitas pesimistis serta pikiran-pikiran untuk melakukan pembalasan terhadap masyarakat,” kata perwakilan pihak berwenang setempat. Kasus penyerangan terhadap anak-anak sekolah bukan pertama kali terjadi di China. Pada April 2019, pria berusia 28 tahun membunuh sembilan siswa sekolah menengah pertama saat perjalanan pulang. Insiden tersebut dianggap sebagai salah satu serangan paling brutal dalam beberapa tahun terakhir.

BACA JUGA :  Data Janda Kabupaten Bogor Masih Misteri, Permohonan Wartawan Tak Kunjung Dijawab

Pelaku kemudian mengaku sebagai korban perundungan ketika masih bersekolah di provinsi Shaanxi, China yang kemudian dieksekusi pada September 2018.

Di tahun yang sama, seorang perempuan berusia 39 tahun menyayat beberapa murid TK di provinsi Sichuan sehabis kelas senam pagi. Sebanyak 14 murid dilaporkan terluka akibat insiden tersebut. Seperti dikutip di Liputan6.com (Anata/PKL/net)

BACA JUGA :  Atasi Perlintasan Sebidang, Pemkot Bogor Siapkan Flyover M.A. Salmun dan Underpass Kebon Pedes

 

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================