
“Setahu saya hanya di Kota Palu yang ada tugu untuk mengenang tragedi 28 September 2018 lalu itu. Di Kabupaten Sigi dan Donggala tidak ada,” kata Muhammad, yang juga seorang penyintas.
“Padahal keberadaan ikon untuk mengenang bencana 28 September 2018 seperti tugu ini sangat penting agar menjadi peninggalan sejarah untuk generasi yang akan datang bahwa di daerahnya pernah terjadi bencana yang cukup dahsyat,” ia menambahkan.
Keberadaan tugu peringatan semacam itu, menurut dia, juga bisa menarik wisatawan mengunjungi daerah-daerah yang tahun lalu kena dampak gempa besar, tsunami, dan likuefaksi termasuk Palu, Sigim dan Donggala seperti yang sikutip Liputan6.Com. (Viana/Pkl/Net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














