
Selain faktor geografis, pembangunan bandara juga seringkali didasari oleh alasan politis, pertahanan dan misi keagamaan. Misalnya bandara Pongtiku di Tana Toraja, bandara Kalijati Subang, bandara Husein Sastranegara, bandara Tasikmalaya dan lain-lain. Tidak Layak Dikembangkan Beberapa bandara tersebut, menurut penulis, tidak cukup layak untuk dikembangkan karena terkendala sisi kemampuan penerbangan (performance) bandara dari segi operasional penerbangan, misalnya banyaknya obstacle, panjang landasan yang tidak dapat ditambah, cuaca yang kurang bersahabat dan lain-lain.
Oleh karena itu pengembangan maupun pembangunan bandara baru harus melalui studi kelayakan yang matang dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu selain ilmu tentang penerbangan (aviation). Hal ini mutlak diperlukan karena operasional sebuah bandara juga menyangkut biaya, rencana tata ruang, serta tidak terlepas dari IPOLEKSOSBUD-HANKAM, dan segi keselamatan (safety) yang harus diutamakan. Hingga saat ini telah ada beberapa bandara baru maupun bandara yang dikembangkan. Namun jika dilihat dari beberapa segi, keberadaan bandara tersebut tidak efektif sehingga pemanfaatannya kurang optimal.(seperti yang dikutip dari kompas.com).(Dena/PKL/net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















