
Tempat wisata sejarah di Jakarta Barat selanjutnya adalah Museum Trisakti. Museum ini merupakan sebuah museum yang sengaja dibangun untuk menghormati para pejuang reformasi yang telah gugur ketika kerusuhan Mei tahun 1998 lalu.
Ada berbagai macam koleksi berupa diorama, barang-barang korban, serta foto yang menceritakan kejadian rusuh tersebut. Dalam foto tersebut disajikan urutan kejadian kerusuhan mulai dari aksi damai, orasi, upaya polisi untuk menghalau hingga peristiwa penembakan.
Museum Arsip Nasional
Pada tahun 1900 silam, gedung ini sempat dijual ke pemerintah Kolonial Belanda dan di tahun yang sama pemerintah Kolonial Belanda langsung menggunakan gedung ini. Sebelum menjadi Museum Arsip Nasional, gedung ini pernah dijadikan sebagai gedung penyimpanan arsip oleh pemerintah kolonial Belanda.
Masjid An-Nawier dan Gereja Sion
Masjid An-Nawier
Masjid An-Nawier merupakan salah satu tempat wisata religi dan wisata sejarah yang bisa kamu kunjungi selain museum-museum tadi. Masjid ini dahulu dijadikan sebagai pusat penyebaran agama Islam.
Bangunan masjid ini sangat unik, karena berpadu dengan budaya asing. Uniknya lagi, masjid ini tidak memiliki kubah layaknya masjid pada umumnya. Walaupun begitu, masjid An-Nawier ini mampu menampung 2.000 jamaah untuk melaksanakan sholat.
Gereja Sion
Selain masjid dengan nilai sejarah yang kental, ada gereja juga yang memiliki nilai sejarah tersendiri. Gereja Sion sering juga disebut sebagai Gereja Portugis.
Gereja ini merupakan sebuah gereja kuno yang memiliki arsitektur kokoh dan megah. Gereja Sion mampu menampung sekitar 1.000 orang.
Gereja Sion merupakan satu-satunya peninggalan sejarah yang masih mempertahankan fungsi aslinya sedari awal berdiri. Angka yang terdapat di atas pintu Gereja Sion menunjukkan usia gereka tersebut. Seperti yang dikutip Liputan6.Com. (Viana/Pkl/Net)
Â
Â
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















