CIBINONG TODAY
– Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor tengah mematangkan persiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang rencananya akan diadakan pada Maret 2020 mendatang.

Disdik kabupaten Bogor pun saat ini tengah melakukan serangkaian strategi untuk meningkatkan kompetensi baik siswa maupun guru agar dapat mencapai target nilai kelulusan. Kabupaten Bogor sendiri sudah sejak lama manggunakan sistem UNBK baik SMA sederajat maupun SMP sederajat, dilihat dari tahun lalu sekitar 100% UN berbasis komputer dapat dilaksanakan dengan sukses walaupun kendala alam yang mempengaruhi kecepatan koneksi internet.

Faizal selaku pelaksana Disdik Kabupaten Bogor mengatakan, untuk penyelenggaraan nya ada sekitar 1040 sekolah dan 91.419 siswa yang sudah terdaftar untuk bisa ikut serta dalam UNBK walaupun masih kalkulasi kasar nya.

“Kurang lebih untuk sekolah yang terdaftar itu 1040 sekolah dan 91.419 siswa maupun siswi yang sudah terdaftar dalam keikutsertaan UNBK nanti walaupun nominal nya itu masih kasar,” jelas Faizal kepada Bogor Today, Rabu (20/11/2019).

Baca Juga :  Basarnas Cilacap Mencatat 7 Orang Penumpang Jadi Korban Tenggelamnya Kapal Pengayom

Ia juga menyebutkan, sudah 85% kesiapan data untuk penyelenggaraan unbk SMP pada tahun ini, untuk kesuksesannya sendiri ia berharap dapat meraih angka 100% kembali.

“85% kesiapan kami dalam hal data untuk penerapan unbk di SMP sederajat, untuk kesuksesannya sendiri diharapkan bisa meraih angka 100% kembali tetapi tergantung dari lonjakan siswa nya nanti,” imbuhnya.

Ia menambahkan, untuk sekolah negeri akan diberikan kemudahan berupa penyaluran laptop untuk keberlangsungan unbk nanti, selain itu ada harapan untuk daerah tertentu akan dilaksanakan dengan 2 sesi dikhawatirkan cuaca yang tidak mendukung menjadi hambatan keberlangsungan kegiatan nya nanti.

“Biasanya untuk sekolah yang berbasis negeri kita berikan kemudahan dengan penyaluran laptop untuk fasilitasnya, kendati demikian unbk yang tadinya dilakukan 3 sesi untuk di tahun ini dan juga di daerah tertentu akan di laksanakan 2 sesi dikhawatirkan cuaca yang tidak mendukung akan memperhambat pelaksanaan unbk sendiri, karena UN kita berbasis online atau komputer pasti koneksi internet sangat amat penting dalam pelaksanaan nya,” ujarnya.

Baca Juga :  Padepokan Titisan Citra Komara Cimande Lahir Sejak 1967

PNS pelaksana itu juga menggambarkan, bahwa kabupaten Bogor itu sebagai tolak ukur penyelenggaraan unbk di provinsi Jawa barat bahkan menempati 3 besar dengan sekolah maupun siswa yang ikut serta dalam UNBK.

“Kabupaten Bogor memang sudah menjadi tolak ukur penyelenggaraan pendidikan khususnya dalam hal UN berbasis komputer yang ada di provinsi Jawa barat, bahkan juga bila di bandingkan dengan daerah lain di Pangandaran maupun Kuningan yang muridnya lebih sedikit kabupaten Bogor bisa lebih sukses dalam penyelenggaraan unbk nya sendiri,” kata Faizal.

Harapannya untuk ditahun ini, bisa melanjutkan kesuksesan ditahun lalu bahkan mungkin ada progres peningkatan dari tahun sebelumnya.(Carfine/PKL)