
Perubahan metode USBN ini, kata Nadiem, bisa dilakukan dengan sistem yang lebih holistik. Contohnya, sekolah melakukan sistem menulis esai, menyusun portofolio, tugas kelompok, dan tugas membuat karya tulis.
“Sehingga ini memberikan kemerdekaan bagi guru penggerak di seluruh indonesia untuk menciptakan konsep penialain yang lebih holistik dan benar-benar menguji kompetensi dasar kurikulum kita. Bukan hanya hafalan saja,” ucap Nadiem.
“Sekali lagi, ini bukan merupakan pemaksaan kepada sekolah yang masih ingin mengikuti ujian yang sistem sebelumnya itu dipersilahkan,” kata dia.
Ke depannya, lanjut Nadiem, anggaran sekolah yang sudah terlanjur dialokasikan untuk pelaksanaan USBN dengan metode lama, bisa dialihkan untuk pos anggaran lainn.
Nadiem menyarankan anggaran yang ada bisa digunakan untuk meningkatkan kapasitas guru dan meningkatkan kualitas pembelajaran. (net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















