Mulai Tahun Depan Mendikbud Ubah Metode USBN

JAKARTA TODAY – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, pihaknya akan mengubah mekanisme Ujian Sekolah Berstandar Nasional ( USBN) mulai 2020.

“Pada 2020 USBN itu akan diganti. (Sistemnya) Dikembalikan ke esensi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) yakni diberikan kepada setiap sekolah untuk menyelenggarakan ujian kelulusannya sendiri,” ujar Nadiem saat memaparkan program “Merdeka Belajar”, Rabu (11/12/2019).

Meski dikembalikan ke sekolah, menurut Nadiem, USBN harus berdasarkan kompetensi dasar yang ada di kurikulum saat ini. Untuk realisasi perubahan ini, Kemendikbud memberikan keleluasaan kepada sekolah-sekolah.

Nadiem mengatakan, untuk sekolah yang belum nyaman mengubah sistem tes USBN dengan metode sebelumnya, Kemendikbud tidak akan memaksakan.

BACA JUGA :  Puncak HJB ke-544, Pemkot Bogor Tabur Penghargaan Bagi Masyarakat Kontributif dan Mitra Strategis

“Ini harus saya tekankan, bahwa ini tidak memaksakan untuk harus merubah tes kelulusannya. Kalau sekolah itu siap untuk melakukan perubahan silakan, sementara kalau sekolah ingin menggunakan format seperti USBN yang lalu itu juga dipersilahkan,” papar dia.

Perubahan metode USBN ini, kata Nadiem, bisa dilakukan dengan sistem yang lebih holistik. Contohnya, sekolah melakukan sistem menulis esai, menyusun portofolio, tugas kelompok, dan tugas membuat karya tulis.

“Sehingga ini memberikan kemerdekaan bagi guru penggerak di seluruh indonesia untuk menciptakan konsep penialain yang lebih holistik dan benar-benar menguji kompetensi dasar kurikulum kita. Bukan hanya hafalan saja,” ucap Nadiem.

BACA JUGA :  Sambut HJB ke-544, Perumda Pasar Pakuan Jaya Gelar 'Bazar Semarak' di Blok F Trade Center

“Sekali lagi, ini bukan merupakan pemaksaan kepada sekolah yang masih ingin mengikuti ujian yang sistem sebelumnya itu dipersilahkan,” kata dia.

Ke depannya, lanjut Nadiem, anggaran sekolah yang sudah terlanjur dialokasikan untuk pelaksanaan USBN dengan metode lama, bisa dialihkan untuk pos anggaran lainn.

Nadiem menyarankan anggaran yang ada bisa digunakan untuk meningkatkan kapasitas guru dan meningkatkan kualitas pembelajaran. (net)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================