
“Ketika musim hujan seperti ini dan landasan pacu di bandara tergenang air, maka tidak ada informasi yang valid kepada pilot tentang seberapa tinggi genangan airnya, untuk mempertimbangkan bisa mendarat atau tidaknya pesawat di bandara tersebut,†kata Melania, Kamis (16/1/2020).
Seperti dikutip dari sindonews, Dia menjelaskan, angin di sekitar bandara terkadang juga berpotensi menimbulkan adanya angin samping atau wind shear. Apabila arah dan besar angin muncul dari berbagai arah dengan kecepatan tinggi, maka akan menimbulkan kondisi yang berpotensi munculnya angin samping tersebut.
Kepala Puslitbang Transportasi Udara Capt Novyanto Widadi SAP MM dalam kunjungannya ke ITS beberapa waktu lalu menuturkan, rencana implementasi hasil penelitian dengan ITS ini menjadi urgent setelah permasalahan tergenangnya Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, awal tahun ini.
Bandara yang menjadi pintu gerbang bagi para tamu negara tersebut tergenang air akibat curah hujan yang lebat.
Penelitian yang dilakukan Melania beserta timnya di Laboratorium Instrumentasi, Departemen Fisika, Fakultas Sains dan Analitika Data ITS ini sudah dirancang kurang lebih selama dua tahun. Uji fungsional sudah dilakukan dan berhasil dengan baik, sekarang ini sedang dalam tahap sertifikasi.(Dena/PKL/net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















