BMKG: Akibat Perubahan Iklim Fenomena Bencana Hidrometeorologi

Lalu, bagaimana identifikasi dan proyeksi ke depan untuk mencegah terjadinya bencana hidrometeorologi akibat perubahan iklim ini. “Kalau bencana hidrometeorologi kalau dari sisi waktu kita mengenal adanya fenomena cuaca harian. Kami, di BMKG telah menyiapkan prakiraan cuaca harian. Kemudian lebih panjang lagi kita punya prakiraan musim,” kata Dodo.

Dodo mengatakan, BMKG mengidentifikasi frekuensi cuaca ekstrem masih tinggi hingga saat ini. Namun, kondisi ini akan mengalami kecenderungan untuk menurun apalagi setelah terjadi kondisi ekstrem pada awal 2020 lalu.

BACA JUGA :  Bahaya Telur Lalat pada Makanan dan Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

“Melihat kondisi iklim saat ini, perlu kewaspadaan. Tentu karena cuaca ekstrem yang tinggi dan itu perlu. Namun, kecenderungan akan menurun setelah dari catatan BMKG bahwa kejadian bencana yang awal Tahun Baru, pertama kali catatan itu terjadi 377 hujan dalam sehari. Itu rekor yang pernah kita catat. Namun akan mengalami kecenderungan menurun, tapi memang kita perlu kewaspadaan,” tambah Dodo.

Seperti yang dikutip dari sindonews.com, Secara umum di Indonesia mengenal dua musim penghujan dan kemarau sehingga masyarakat harus waspada dampak yang diakibatkan. “Dua musim ini ada dampaknya atau akibatnya seperti kalau musim hujan sehari-hari, kita mengenal banjir, tanah longsor, puting beliung dan seterusnya. Kalau musim kemarau, dampaknya terhadap kekeringan lebih lanjut disertai dengan kebakaran hutan, itu dampak yang ditimbulkan. Jadi masyarakat harus siap hal itu,” tegas Dodo. (Selvi/PKL/net)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================