Pembangunan dan Tataruang Kota Depok Dianggap Salah

DEPOK TODAY – Pertumbuhan perumahan serta pembangunan apartemen di kota Depok, tidak lepas dari pertumbuhan masyarakat di Depok. Pembangunan tataruang di kota Depok dianggap salah. Hal tersebut di katakan politisi partai kebangkitan bangsa (PKB), Babai Suhaemi yang hadir dalam acara diskusi yang di gelar ikatan mahasiswa Islam (HMI) di Depok.

“Pertama bahwa, saya katakan ada kesalahan, bahwa yang dibutuhkan saat ini bagai masyarakat, bagaimana mengatur tataruang kita. Indek pembangunan di kota Depok sudah cukup baik.baik dari sisi pendidikan, harapan hidup masyarakat kota Depok dan pendapatan perkapita. Dari tiga faktor itu di topang lagi dari pihak ketiga, itu sudah luar biasa. Lihat di data BPS kita, sudah cukup baik dari SD dan SMP .”katanya kepada Bogor today, Jumat (28/2020).

BACA JUGA :  Nadiem Makarim Sampaikan Pledoi di Sidang Kasus Chromebook, Tegaskan Tidak Terlibat Kebijakan Pengadaan

Tidak hanya itu, Babai juga menyayangkan, kebijakan walikota Depok yang terburu buru dalam memberikan ijin properti, khususnya perumahan, bagi tataruang yang berdampak semakin menjamurnya rumah ilegal dan tanpa ijin.

“Yang dilakukan pemerintah kota saat kreatifitas Sorang walikota dalam rangka mengeluarkan kebiijakan yang berdampak pada tataruang kita. Bagaimana kebijakan terhadap di bidang properti,bagaimana kita tahu sendiri, bagaimana mudahnya properti di kota depok, tidak terkendalinya bidang properti saat ini di Depok.”tegasnya.

BACA JUGA :  Beasiswa AGRTPS 2026 Resmi Dibuka, Mahasiswa Indonesia Berkesempatan Kuliah Riset di Australia dengan Pendanaan Penuh

Babai juga mengharapakan, naiknya pertumbuhan masayarakatvdepoom hingga empat persen menjadi pemicu, tumbuhnya dan tidak terkontrolnya pembangunan pada bidang properti.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================