Belasan Warga Ciomas Terjangkit DBD

Melalui program Berdebar Dengan si Cantik (Bersama perduli demam berdarah dengan aksi nyari jentik), warga didorong untuk mulai dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M (menguras, menutup dan mengubur).

“Kita kuatkan lagi Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang ditunjuk dari anggota keluarga di setiap rumah,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Hari Raya Waisak: Makna, Sejarah, dan Tradisi Umat Buddha

Terpisah, Camat Ciomas, Chairuka Judyanto mengatakan, melalui Jumsih, warga diharapkan mulai perduli terhadap lingkungannya masing-masing. “Ini juga sebagai bentuk pencegahan dari DBD, rutin kita lakukan setiap Jumat,” ajarnya.

Dia mengklaim, dari empat Puskesmas yang ada di Kecamatan Ciomas, hanya Puskesmas Ciapus yang memiliki kasus DBD di 2020 ini.

BACA JUGA :  Kanker Payudara pada Pria: Jarang, tapi Nyata dan Sama Berbahayanya

“Hanya di Puskesmas Ciapus, jadi desa-desa yang di bawah penanganan Puskemas Ciapus harus terus didorong melalui program-program kesehatan,” tandasnya. (Bambang Supriyadi)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================