MANILA TODAY – Presiden Filipina Rodrigo Duterte melakukan lockdown selama sebulan di pulau Luzon untuk menghentikan penyebaran virus corona baru, COVID-19.

Dia memerintahkan polisi dan militer untuk menembak mati siapa pun yang melanggar aturan lockdown.

“Biarkan ini menjadi peringatan bagi semua. Ikuti pemerintah saat ini karena sangat penting bahwa kita memiliki perintah,” katanya dalam pidato nasional yang disiarkan stasiun televisi setempat pada Rabu malam.

BACA JUGA :  Pj. Bupati Bogor Bentuk Tim Pemeriksa Kesehatan untuk Meriahkan Idul Adha dengan Hewan Qurban Sehat dan Berkualitas

“Dan jangan membahayakan pekerja medis dan para dokter, karena itu adalah kejahatan serius. Perintah saya kepada polisi dan militer, jika ada yang membuat masalah, dan hidup mereka dalam bahaya, tembak mati mereka!,” ujarnya, Kamis (2/4/2020).

Peringatan keras Duterte muncul setelah para warga di sebuah daerah kumuh di Kota Quezon Manila melakukan protes di sepanjang jalan raya dekat rumah-rumah mereka.

BACA JUGA :  Tindak Lanjuti LHP LKPD Tahun 2023, Pj. Bupati Bogor Terima Tim Monitoring BPK Provinsi Jawa Barat 

Para warga mengklaim belum menerima bantuan paket makanan dan pasokan lainnya sejak lockdown dimulai lebih dari dua minggu lalu.

Petugas keamanan desa dan polisi telah mendesak para warga untuk kembali ke rumah mereka. Namun, seruan itu ditolak. Polisi membubarkan demo dan menangkap 20 orang.

======================================
======================================
======================================