Dampak Covid-19, Pemkot Bogor Prediksi Kategori Miskin Baru Bertambah 50 Ribu KK

Dia juga memprediksi, warga di Kota Bogor akibat Covid ini akan bertambah sekitar 50 ribu kepala keluarga (KK) yang masuk kategori miskin baru.

“Sebetulnya kita sudah punya data, namun data tersebut merupakan warga yang menerima PKH sebanyak 69 ribu KK. Jadi, yang kita data sekarang ini warga yang non PKH, dan saya memprediksi bertambah sekitar 50 ribu untuk warga non PKH ini,” jelasnya.

Ditanya apakah Pemkot sudah menyiapkan untuk penanggulangan sosial dan ekonomi dampak Covid-19 di Kota Bogor, kata Dedie, saat ini belum ada karena pendapatan daerah di Kota Bogor itu dari pajak yang dikelola oleh Bapenda. Meski begitu, pihaknya berupaya untuk mengalokasikan anggaran tersebut. Namun untuk waktunya belum bisa dipastikan.

BACA JUGA :  MMAJ Jakarta 2026 Hadirkan Festival Anime dan Budaya Jepang Berskala Internasional di Gandaria City

“Di daerah itu ada Bantuan Tidak Terduga (BTT) dan Bantuan Sosial Terencana (BST). BTT dan BST ini sudah di geser untuk penanganan Covid-19, bahkan untuk anggaran perjalanan dinas pun di geser ke sini, misalnya saja untuk pengadaan alat kesehatan atau alat pelindung diri (APD) seperti masker, hand sanitizer. Jadi untuk penanggulangan sosial dan ekonomi dampak Covid-19 ini anggaran di kita belum ada, tapi kita akan upayakan namun untuk waktunya kita belum bisa pastikan, karena pendapatan daerah di Kota Bogor dari pajak,” paparnya.

BACA JUGA :  ABPEDNAS Tembus 100 Ribu Anggota, Momentum Hari Lahir Pancasila Perkuat Peran Desa

Dedie menambahkan, terkait penanganan Covid -19 ini pemkot tidak akan memotong gaji PNS atau ASN, tapi sudah ada draf final Perwali pemotongan khusus untuk zakat. “Nantinya kita minta Baznas mengalokasikan untuk bantuan penanggulangan Covid-19 dari pos ini,” pungkasnya. (Heri)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================