Selain ratusan kios tutup, lanjut Sulhan, jumlah pengunjung ke pasar ini juga mengalami penurunan yang cukup signifikan yakni lebih dari 60 persen. “Dengan tutupnya kios-kios tersebut berimbas juga pada pendapatan service cas sebanyak 50 persen. Artinya, yang biasa perhari Rp 50 juta kini hanya Rp 25 juta perhari,” ujarnya.
Sulhan menambahkan, agar para pedagang ini tetap melayani masyarakat maka mereka menjualnya dengan sistem online. Dan dia pun mengaku bahwa dengan sistem online jauh berbeda dengan cara penjualan langsung (bertatap muka), akibatnya penghasilan mereka pun tidak stabil.
Masih kata Sulhan, di tengah pandemi Covid-19 ini pihaknya menangguhkan cicilan koperasi selama 3 bulan ke depan. Tujuannya, untuk meringankan para pedagang yang ada di sini
. (Heri)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
======================================
====================================