CIBINONG TODAY – Hampir seluruh masyarakat yang terkena imbas Covid-19 di Kabupaten Bogor mulai menjerit. Terlebih bantuan yang dijanjikan Pemerintah Daerah hingga kini belum dirasakan manfaatnya. Seperti yang dirasakan warga Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Tole (45). Tole yang sehari-hari sebagai sopir angkot mengeluhkan seiring menurunnya penghasilan mereka secara drastis pasca wabah Covid-19 merebak dan diberlakukannya PSBB. “Temen-temen sesama sopir udah pada ngejerit semua di sini,” kata Tole dengan nada kesal, saat ditemui wartawan, Minggu (26/4/2020). Dia mengaku untuk menunjang kebutuhan makan sehari-sehari terpaksa menjual barang-barang di rumah termasuk perhiasan milik istrinya untuk membeli beras. Hari-hari belakangan ini, Tole juga selalu mengandalkan dan berharap ada dermawan di jalan-jalan yang memberikan bantuan. Menurutnya, untuk berangkat kerja saja dia harus menyiapkan uang Rp 100 ribu untuk beli bensin setiap harinya “Kalau ada yang bagi-bagi beras, udah saya langsung berhenti, kadang dapet, kadang enggak. Udah mengharapkan itu doang. Saya dapet beras 1 liter 3 hari yang lalu, sekarang belum dapet lagi, untung-untungan. Saya mau di rumah, tapi di rumah udah gak ada apa-apa, bini aja kalung udah abis buat nombokin hidup,” papar Tole. Biasanya, sebelum ada wabah virus corona dan pemberlakuan PSBB, setiap hari Tole mampu membawa pulang pendapatan bersih Rp 80 ribu hingga Rp 100 ribu.
BACA JUGA :  Usai Ditendang Sapi, Panitia Kurban Muntah Darah dan Dilarikan ke RS di Lampung
======================================
======================================
======================================