CIOMAS TODAY – Sejumlah industri sandal dan sepatu di Kabupaten Bogor tepatnya di Kecamatan Ciomas terguncang dengan wabah pandemi Covid-19. Kondisi ini membuat banyak perajin terpaksa gulung tikar dan tidak mampu lagi mempertahankan antara biaya produksi dengan biaya operasional karena sepinya pesanan.

Seperti yang dialami Eman (40) salah satu perajin sepatu rumahan asal Desa Pagelaran, Ciomas, Kabupaten Bogor.

Ia mengungkapkan ramadan tahun ini sangat jauh berbeda dibanding dengan tahun sebelumnya. Biasanya, ia menerima pesanan dua hingga tiga kali lipat menjelang ramadan sampai idul fitri.

Namun saat ini ia kebingungan dan meratapi nasibnya selama Ramadan ini. Terlebih saat idul fitri nanti.

Iya saya pasrah. Mau gimana lagi. Keadaan begini, kata Eman kepada wartawan, Selasa (28/4/2020).

Hal itu pun tidak hanya dirasakan Eman. Akan tetapi juga alami ribuan perajin sepatu dan sandal di Kecamatan Ciomas.

Camat Ciomas, Chairuka Judyanto menyebut pandemi Covid-19 berimbas pada sektor ekonomi sehingga membuat 80 persen perajin sepatu dan sandal di Ciomas terdampak. Bahkan bebeberapa perajin rumahan gulung tikar.

Dari 2000 perajin ada 80 persen yang terdampak. Sekitar 1600 perajin sepatu dan sandal, ujar, Chairuka.

Pihaknya mengaku, kondisi ini sangat sulit bagi para perajin. Sehingga dirinya kerap mendapatkan keluhan dari beberapa pengrajin akibat pandemi Covid-19 ini.

Untuk itu Pemerintah Kecamatan Ciomas memasukan para perajin sepatu dan sandal, khusunya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) rumahan seperti pengelem sepatu diprioritaskan mendapatkan bantuan sosial.

Saya sudah perintahkan kepada lurah dan kepala desa untuk mendata mereka yang terdampak, ungkapnya. 

Namun saat ini ia belum bisa memberikan rincian jumlah pelaku usaha yang terdampak Covid-19. “Masih dalam pendataan.” imbuh Chairuka. (Bambang Supriyadi)