
Selain memanfaatkan media batu, Duki juga menorehkan kreativitasnya pada kertas dan kanvas dengan menggunakan media cat air. Bahkan, lukisan realis yang ia buat di atas kertas lebih dulu dijalaninya sebelum memakai media batu kali.
“Dari kecil saya sudah hobi melukis. Tahun 1984 saya mulai mengasah secara serius ilmu lukis ini. Kemudian saya pertama ikut pameran tahun 1986 dan mulai dapat orderan tahun 1989,” ungkapnya.
Di samping melukis, ia juga pernah diminta membuat gambar ilustrasi untuk buku-buku pengetahuan seperti buku Indonesia Heritage seri flora fauna dan tropical fruit of Indonesia. Pernah juga ia diminta membuat gambar bangunan heritage untuk buku kraton Surakarta.
Dari hasil melukis itu, sambung Duki, ia bisa membeli rumah yang dulu dikontrakinya di daerah Ciburial Indah, Jl Pajajaran, Bogor Timur. Hingga kini melukis menjadi pekerjaan tetap yang menjadi penunjang kebutuhan hidup keluarganya.
“Banyak pengalaman dan kesan selama menjalani dunia lukis ini. Seperti bertemu Presiden Soeharto saat ikut pameran di HI Jakarta. Disitu beberapa lukisan saya dibeli oleh duta-duta besar dan anak-anaknya Presiden Soeharto. Kemudian bertemu Presiden Jokowi di Kebun Raya. Disitu saya juga memberikan lukisan kepada Jokowi yang bergambar wajahnya. Terakhir membuat lukisan Lawang Suryakancana dan pedestrian pesanan Wali Kota Bogor Bima Arya,” bebernya.
(Adit)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
======================================
====================================