BOGOR TODAY – Para pedagang ikan hias dan tanaman air di depo pemasaran ikan hias Kota Bogor yang tergabung kedalam Paguyuban Bina Bakti berlokasi di Jalan Bina Marga, Kecamatan Bogor Timur, mengaku resah karena akan ada rencana penggusuran oleh pihak Pemkot Bogor. Ketua Paguyuban Bina Bakti, Aman Sudiaman mengungkapkan, depo pemasaran ikan hias di Jalan Bina Marga ini hanya satu-satunya di Kota Bogor dan sudah ada sejak tahun 2008 lalu. Bangunan depo yang memiliki 22 kios dan waktu pembukaan diresmikan oleh Walikota Bogor Diani Budiarto ini, dibangun oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Perikanan. Memang tanah diatas bangunan depo itu merupakan milik Pemkot Bogor, sehingga para pedagang menyewa secara resmi ke Pemkot Bogor melalui BPKAD. Para pedagang ikan hias menyewa ke Pemkot Bogor setiap lima tahun sekali, namun ketika sewa habis di tahun 2018 lalu, para pedagang mengajukan perpanjangan ke Pemkot Bogor. “Ketika kami mengajukan perpanjangan di bulan Mei tahun 2018, tidak ada jawaban dari Pemkot Bogor. Kemudian pada 27 September 2019 baru ada jawaban dan perpanjangan ditolak dengan alasan berdasarkan Perda no 8 tahun 2011 yaitu lokasi depo pemasaaran ikan hias Kota Bogor ini berada di kawasan lindung dan sepadan bangunan,” ungkap Aman, Senin (22/6/2020). Dengan adanya penolakan dan alasan pihak Pemkot Bogor yang tidak logis, kemudian Paguyuban Bina Bakti melakukan pengecekan ke Bappeda dan ternyata lokasi ini bukan jalur kawasan lindung dan masuk kedalam zona perdagangan dan jasa. “Saat itu kami langsung membuat surat ke Walikota, kemudian ada pihak BPKAD melakukan sosialisasi dan tidak diperpanjang lagi depo pemasaran ikan hias Kota Bogor ini karena untuk kepentingan pembangunan LRT. Ini semakin membuat tidak jelas, kenapa lokasi kami akan digusur,” jelasnya.
BACA JUGA :  Usai Ditendang Sapi, Panitia Kurban Muntah Darah dan Dilarikan ke RS di Lampung
======================================
======================================
======================================