Bahkan informasi yang beredar saat ini, lanjut Aman, bahwa bangunan depo pemasaran ikan hias Kota Bogor ini akan dibangun untuk sekolah kopi. “Itu kan tidak ada relevansinya sekolah kopi karena di Kota Bogor bukan penghasil kopi, tetapi kalau produksi dan pertanian ikan memang ada sejak dulu juga disini. Kami merasa aneh sekali dan belum tahu, apa yang akan dilakukan Pemkot Bogor terhadap nasib para pedagang ikan hias ini,” imbuhnya. Depo pemasaran ikan hias Kota Bogor ini seharusnya dipertahankan dan diperbesar bangunannya, karena depo ini menjadi rujukan daerah-daerah lain. Kabupaten Bogor dan Kota Bandung saja mencontoh dari depo ini, kenapa Pemkot Bogor malah mau menghilangkannya. Akan banyak dampak yang dirugikan, terutama bidang usaha ekonomi UMKM Kota Bogor. “Kami berharap agar depo ini dipertahankan dan diperbolehkan untuk tetap berjualan. Karena kalau dipindah ke tempat baru, maka akan dimulai dari nol untuk penjualan ikan, karena harus khusus dan di Kota Bogor hanya ada satu sentral depo pemasaran disini saja,” harapnya. Terpisah, Kepala BPKAD Kota Bogor, Deny Mulyadi mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui persoalan itu dan akan memeriksa berkas-berkas dulu. “Saya cari informasi dulu dan berkasnya, karena kan baru juga menjadi Kadis di BPKAD ini,” singkatnya. (Heri)
Halaman:
« 1 2 » Semua
BACA JUGA :  Diskominfo Ajak Pengelola CISRT se-Kabupaten Bogor Tingkatkan Keamanan Informasi
======================================
======================================
======================================