Departemen ESL IPB Beri Edukasi Pembuatan Pupuk Cair dari Limbah Rumah Tangga

Masih kata Ahyar, edukasi ini bertujuan agar kelompok PERKASA ini tidak hanya mengolah sampah an organik menjadi barang bermanfaat dan bernilai jual saja, tapi juga mampu memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk yang dapat dipergunakan untuk memumpuk tanaman di pekarangan sendiri.” “Dalam pembuatan pupuk cair ini, para PERKASA dapat memanfaatkan limbah yang ada di lingkungan sekitar misalnya bonggol pisang, lamtoro atau sabut kelapa,” ujarnya. Namun untuk praktek pelatihan kali ini, lanjut dia, memanfaatkan buah maja dengan dicampur beberapa bahan lain yang mudah di dapat seperti gula dan terigu untuk nantinya difermentasikan selama 2 minggu agar menjadi pupuk cair. Fermentasi tersebut bisa menjadi alternatif pengganti EM4, namun bisa diperoleh dengan biaya yang relatif lebih murah. “Untuk tanaman yang masih muda, pupuk cair ini digunakan dengan cara disemprotkan setelah dicampurkan terlebih dahulu dengan air dengan perbandingan 1:10 (1 takaran pupuk cair banding 5 takaran air). Akan tetapi, untuk tanaman yang sudah besar menggunakan perbandingan 1:5,” jelasnya. Lebih lanjut dikatakan Ahyar, pelatihan pertanian organik ini tidak hanya dilakukan hari ini saja, namun masih akan berlanjut pada sesi pelatihan berikutnya. “Dengan adanya kegiatan ini diharapkan juga dapat mendukung keberlanjutan bank sampah di Desa Pasarean,” pungkasnya. (Heri)
Halaman:
« 1 2 » Semua
BACA JUGA :  HJB Run 2026 Meriah! 200 Pelari Warnai Peresmian JPO Tegar Beriman di Kabupaten Bogor

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================