BOGOR TODAY – Pembentukan Deteksi Aktif (Detektif) Covid-19 oleh Pemerintah Kota Bogor, mendapat perhatian khusus dari Komisi IV DPRD Kota Bogor. Bahkan, mereka menilai pembentukan detektif covid itu terlambat.
Anggota VI DPRD Kota Bogor, Endah Purwanti mengungkapkan, bahwa pembentukan detektif covid itu terlambat dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Sebab, sebelumnya pada tanggal 29 Maret 2020 lalu, komisi IV ini telah memberikan masukan ke pemkot bahwa harus segera dibentuk kader siaga covid. Dimana, di situ ada 6 poin masukan yang disampaikan kepada Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor.
“Seperti kita ketahui survailance hanya satu per puskesmas. Nah, satu puskesmas itu bisa jadi tidak satu kelurahan. Artinya dengan kondisi waktu itu ODP yang melonjak, ini tidak cukup. Jadi, saya rasa pembentukan detektif covid19 sudah terlambat karena sudah tiga bulan berjalan dan hampir 4 bulan baru dibentuk,” ungkapnya.
Seharusnya, lanjut Endah, pembentukan detektif covid itu menjadi langkah awal ketika pemkot melalui masi tracking. Maka kader detektif itu pun harus bersamaan dibentuk bersamaan juga waktu itu dengan RW siaga, jadi nyambung.
“Kalau sekarang seperti, seolah-olah ada program yang agak berlangsung lagi selain RW siaga. Karena kita tahu bahwa hampir semua titik RW siaga itu sudah tidak ada, terutama anggaran RW siaga yang harusnya dua bulan dicairkan, ini baru satu bulan di cairkan. Bahkan sampai hari ini belum dicairkan,†bebernya.
Meski terlambat, kata dia, pembentukan detektif Covid19 bisa lebih efektif, terutama untuk masalah tracking masif. “Jadi sebetulnya sudah jauh-jauh hari saya ingatkan di DPRD tanggal 29 Maret saya sudah komentar terkait hal ini,†tandasnya.
(Heri)
Bagi Halaman
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
======================================
====================================