Pengelola Objek Wisata di Puncak Disemprit Kang Emil

“Itu nggak ada gerbangnya, nggak ada ticketing-nya, itu yang paling rawan. Maka kita lagi kaji dengan Pak Kadis Pariwisata untuk memberikan wastafel-wastafel dan sebagainya. Disebar sehingga dengan kedisiplinan mereka paham melakukan protokol kesehatan,” ucapnya. Selain itu, Emil menyoroti soal kepatuhan protokol kesehatan. Dia masih melihat warga yang tidak menggunakan masker di tempat wisata. “Terus saya sampling tadi masih banyak warga yang anak nggak bermasker. Bapak, orang tuanya, pakai, tapi anaknya nggak. Padahal yang paling rawan itu anak kecil sama lansia,” katanya. Emil mengapresiasi pengelola Taman Safari Indonesia karena sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik. “Yang ketiga pencampuran (di Taman Safari Indonesia) itu tidak dilakukan. Jadi yang boleh hanya mobil pribadi, sehingga tidak ada pencampuran antara orang-orang yang tidak kenal, ya. Maka bus saya recommend jangan dulu (masuk ke Taman Safari),” tandasnya. (Bambang Supriyadi)
Halaman:
« 1 2 » Semua
BACA JUGA :  6 Strategi Mendekati Calon Promotor untuk Lolos Beasiswa PMDSU

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================