BOGOR TODAY – Semenjak adanya covid-19 dan anjuran pemerintah untuk diam di rumah pada April 2020 lalu membuat masyarakat jenuh. Namun dari kejenuhan itu, masyarakat mengisi waktu dengan kegiatan disekitar rumahnya menanam sayuran hidroponik, seperti halnya yang dilakukan Tedi Idris (32) warga Kampung Silih Asih, Desa Parakan, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Kala itu, perusahaan yang Ia rintis dirumahnya memproduksi sandal terpaksa diliburkan lantaran terdampak covid-19. Kemudian, Ia pun berupaya melakukan sesuatu demi bisa menafkahi keluarganya dan akhirnya dia mencoba menanam sayuran hidroponik dipekarangan rumahnya. Meski tanpa keahlian khusus, tanaman yang di tanamnya itu bisa tumbuh subur hingga bisa menghasilkan rupiah. Tedi mengatakan, bahwa menanam sayuran dengan cara hidroponik itu berawal ketika dirinya melihat temannya yang kemudian belajar bersama dengan temannya tersebut. Setelah itu, Ia memberanikan diri untuk menanam sayuran dipekarangan rumahnya. Bahkan, dirinya tak menyangka apa yang dilakukannya itu ternyata tanamannya bisa tumbuh sampai bisa dipanen dan hasilnya dijual kepada masyarakat sekitar. “Awalnya saya ngeliat teman dan belajar bareng, kemudian saya nyoba sendiri dan alhamdulillah tanaman sayurannya bisa tumbuh,” ucap Tedi saat ditemui BogorToday dirumahnya, Selasa (14/7/2020). Karena terbilang masih pemula, maka dirinya baru berani menanam satu jenis sayuran yaitu sayuran pakcoy sebanyak 130 lubang dengan sistem DFT (Deep Flow Technique).
Baca Juga :  Penemuan Bayi di Pinggir Jembatan Cengkareng, Ini Dia Kronologinya