BOGOR TODAY – Soal dugaan penyelewengan dana sejumlah kegiatan yang dibatalkan akibat Covid-19 yang ditudingkan kepada pihak sekolah oleh para orang tua siswa kelas XII membuat Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Plus PGRI Cibinong, Kabupaten Bogor, Basyarudin Thayib meradang. Ia mengaku kaget saat mengetahui adanya surat somasi yang dilayangkan para orang tua dan kuasa hukum yang akan berlanjut ke ranah hukum. Padahal, kata Basyarudin telah adanya kesepakatan komitmen bersama orang tua yang sempat ingin menyelesaikan secara kekeluargaan. Namun, pada kenyataannya, para wali murid berstatemen negatif dan menyebar isu tersebut di sejumlah media masa. “Padahal, para orang tua beserta pengacaranya telah mendapatkan penjelasan selengkap-lengkapnya dari pihak sekolah. Setelahnya, mereka sepakat untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan,” Ungkap Basyarudin Thayib, melalui chanel youtube SMA PGRI Plus Cibinong, Jumat (31/7/2020). Dengan begitu, ia pun menepis jika isu yang dilemparkan para wali siswa soal akan membawa kasus tersebut melalui jalur hukum adalah tidak benar. “Saya klarifikasi, bahwa pernyataan itu tidak benar. Kami sudah kirimkan surat edaran ke orang tua, empat halaman, yang isinya menjelaskan sedetail-detailnya permasalahan tersebut,” bebernya. Bahkan, ia mengklaim pihak sekolah juga telah menyiapkan pilihan bagi orang tua yang kecewa itu. Di antaranya dengan meminta solusi atas permasalahan uang studi tour yang sebagian besar sudah terserap tersebut. Solusi pertama, mengangsurkan proposal yang merincikan pengembalian dana yang tersisa. “Kami nyatakan bahwa apabila pihak orang tua sependapat dengan proposal yang diajukan sekolah, maka silakan datang ke sekolah untuk mencairkan dana sesuai dengan tabel yang kami buat di dalam surat itu. Bagi yang tidak setuju dan akan melanjutkan proses hukum, kami siap mengikuti langkah berikutnya,” tegasnya. Dikabarkan sebelumnya, sejumlah wali murid ontrog sekolah di Cibinong, Kabupaten Bogor. Mereka meminta pihak sekolah transparan terkait penggunaan anggaran studi tour, perpisahan, ujian nasional berbasis komputer hingga program Indonesia pintar.
BACA JUGA :  Tindak Lanjuti LHP LKPD Tahun 2023, Pj. Bupati Bogor Terima Tim Monitoring BPK Provinsi Jawa Barat 
======================================
======================================
======================================