
Setelah berkembang, ternyata bendungan (DAM) sungai Ciliwung yang menghadap ke Taman kahayalan tersebut roboh terbawa arus air, sehingga menghilangkan view atau instagramablenya.
Meski demikian, pihaknya lantas tak berdiam diri. Ia lalu membuat destinasi baru yang diciptakan dengan menggandeng beberapa pelukis yang tergabung dalam Dapur Pelukis Bogor (DPB) dengan konsep sunda seni mural 3 dimensi yakni tangga kahayangan.
Filosofinya, sambung Cahyo, kahayangan bisa menjadi dua arti, yang pertama kahayangan berarti menuju ke atas atau kesuksesan yang memang tangganya menanjak. Yang kedua kahayangan (bahasa sunda) bisa juga diartikan sebagai keinginan.
Meski proses pengerajaannya baru 40 persen, iaoptimis tangga yang terintregrasi dengan Kelurahan Bantarjati tersebut dapat menjadi destinasi wisata yang dapat mendongkrak prekonomian masyarakat sesuai dengan apa yang dicita-citakan menjadikan kampung bersih dan ekonomi mandiri.
“Sementara ini kan tidak ada penghasilan yang pasti, artinya kalau di derah lain seperti di Ciapus, kan ada toko sol sepatu atau pertanian, di sini kita tidak ada. Nah kita ingin mengubah image itu. Sehingga kedepannya Bantarjati terkenalnya ini (Tangga Kahayangan, Taman Impian dan Taman Kahayalan). Terkait itu juga berencana membuat koperasi, tapi itu masih proses jauh,†ujar pria berkacamata itu.
Untuk lebih melengkapi spot untuk berswafoto pengunjung, ia berencana kembali membangun taman bermain dengan nama Taman Impian yang berada di eks Instalasi Pengolahan Air Limbah
(IPAL).
“Ketika launching, kami akan memamerkan seni lukis dari pelukis lokal yang secara dasarnya mereka sudah pernah melakukan pameran tunggal yang bertaraf tingkat Provinsi. Kita akan mengangkat drajat seniman wilayah agar mereka ada tetap eksis,†tutupnya.
(Bambang Supriyadi)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
======================================
====================================