Selain gambar yang ia tentukan sendiri, Fahrudin juga mengaku bisa menerima pesanan dengan tema sesuai permintaan. Namun hal itu, kata Fahrudin tentunya harganya berbeda sesuai dengan kerumitan gambar atau desainnya.
Meski bisnis tersebut baru berjalan dua pekan lalu, kini dirinya mulai kebanjiran pesanan. Tak tanggung-tanggung hasil karyanya telah merambah wilayah Jabodetabek.
“Untuk pemasarannya, melalui media sosial atau dari mulut ke mulut. Harga dari 75 ribu hingga 350 ribu per ember,” tutupnya.
Meski begitu, saat ini dirinya mengatakan tengah kesulitan untuk mendapatkan bahan baku. “Untuk kesulitan tidak begitu banyak, hanya kadang terkendala bahan baku saja,” tutupnya
. (Bambang Supriyadi)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
======================================
====================================