
Lanjut Bima, berdasarkan kesepatakan bersama bahwa PSBM ini nantinya akan melakukan penguatan pengawasan di wilayah, terlebih di RW-RW dan RT yang masuk zona merah, sehingga aktivitasnya terpantau.
Didalam pelaksanaan PSBM ini pun, kata Bima, pihaknya berkolaborasi atau melibatkan dokter-dokter yang tergabung dengan IDI, tokoh agama, organisasi kepemudaan seperti KNPI, Hipmi dan Karang Taruna, dan juga TNI-Polri, serta Satpol PP Kota Bogor. Dari kolaborasi itu, semua yang terlibat akan menjalankan tugas dan fungsinya yaitu sebagai unit edukasi dan juga unit pengawasan.
“Jadi, kami bersepakat untuk membangun sebuah kolaborasi dengan membentuk unit-unit gugus tugas covid19 yaitu menguatkan unit edukasi dan unit pengawasan. Unit edukasi ini akan melibatkan dokter-dokter yang dikomandani ketua idi dan juga akan melibatkan para tokoh agama ada MUI dan FKUB. Unit edukasi ini lah yang secara gencar setiap hari berkeliling untuk memberikan pemahaman tentang covid19. Karena menurut kita pondasinya adalah edukasi, yang kedua itu unit pengawasan kami berkolabosi dengan pemuda KNPI, Karang Taruna, Hipmi dengan di supervisi oleh kepolisian dengan Satpol PP,” jelasnya
. (Heri)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
======================================
====================================