“Di mana uap air lewat dingin tertarik ke permukaan benih-benih es. Karena terjadi pengembunan yang mendadak maka terbentuklah es dengan ukuran yang besar,” kata Hadi. Hadi menambahkan, hujan es biasanya berasal dari jenis awan bersel tunggal berlapis-lapis atau awan Cumulonimbus (CB) di dekat permukaan bumi. Atau bisa juga berasal dari awan multisel dan pertumbuhannya secara vertikal. Biasanya, kejadian hujan es berlangsung singkat. Antara tiga hingga lima menit dan fenomena itu hanya bersifat lokal dan tidak merata. (Bambang Supriyadi)
Halaman:
« 1 2 » Semua
BACA JUGA :  Perkuat Ekonomi Ultra Mikro, PNM dan BRI Life Edukasi 150 Perempuan Mekaar di Bogor

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================