“Yang akan kita siapkan untuk penerima vaksin pertama. Yang pertama kita prioritaskan untuk tenaga kesehatan dan kedua adalah pelayan publik seperti ASN atau orang orang beresiko tinggi karena memiliki frekuensi yang intens dalam hal berinteraksi dengan orang. Jadi tenaga kesehatan dan pelayan publik akan diprioritaskan,” kata Bima kepada wartawan di Taman Ekspresi, Sempur Bogor, Selasa (13/10/2020). Dia menambahkan, nantinya data-data ini akan disampaikan dan diusulkan kepada presiden melalui gubernur Jawa Barat. “Untuk selanjutnya secara teknis akan dimatangkan bagaimana rundown pemberian vaksin yang mungkin di mulai bulan November,” tandasnya. (Heri)
Halaman:
« 1 2 » Semua
BACA JUGA :  Kolombia Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026, Portugal Tempel Ketat di Grup K

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================